Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Monday, May 16, 2016

3 Oknum Polisi Lakukan Pemukulan Terhadap Biker, Katanya Mau Berubah Lebih Baik!?!?





Sedang menjadi viral di sosial media dugaan kasus pemukulan yang dilakukan 3 oknum polisi lalu lintas terhadap seorang pengendara motor hanya gara-gara ketika disuruh menepi dan ditanya surat kelengkapannya, si biker menanyakan surat tugas razia.


Entah apa yang ada di otak para oknum itu padahal siapapun yang alami razia lalu lintas punya hak untuk menanyakan surat tugas mereka yang merazia. Apakah karena oknum-oknum itu baru lulus pendidikan polisi selama 6 bulan dan belum paham benar tugas, fungsi dan aturan-aturan yang harus menjadi dasar setiap tindakan mereka di lapangan?

Atau pikiran buruk ini mengatakan oknum tersebut memang tidak punya surat tugas razia, dan ketika ada pengendara yang menanyakan hal itu mereka gengsi untuk bilang tidak dan menghentikan razia yang dilakukan, akhirnya karakter "keakuan" sebagai polisi berseragam muncul, merasa berkuasa, puncaknya bisa sewenang-wenang. Sok berkuasa tapi cemen, takut namanya terpublikasi. Oknum begini ini yang akhirnya akan terus dan terus membuat citra korps baju coklat kepolisian RI makin buruk di mata masyarakat.

Coba simak penuturan berikut:
Hati2 terhadap tiga petugas ini. Sangat ringan tangan. :) 
Kronologis..
Perapatan duren, Kampung sawah, Ciputat. 
Saya mengendarai motor dalam kondisi macet dari segala arah dan sedang berhenti nunggu giliran. Tiba2 disuruh menepi oleh petugas polisi untuk ditanya surat2 kendaraan. Di lokasi tersebut tidak ada papan pemberitahuan razia atau pemeriksaan. 
Saya menepi dan bertanya kepada petugas tersebut untuk melihat surat tugas mereka secara baik2. Petugas yg bernama NASUTION tiba2 membentak2 saya sambil membawa saya ke komandannya yg bernama AGUS.S. 
Ketika bertemu dengan komandannya, saya tanya kenapa saya dimintai surat2. pelaku NASUTION masih bicara emosi tinggi. Jelas saya tidak terima, saya bicara baik2.  
Kemudian datang lagi satu petugas anak muda berkulit gelap (tidak tahu namanya siapa) ikut marah2 ke saya. Kembali saya menjelaskan bahwa saya hanya bertanya dan menegaskan ke mereka kenapa harus dengan emosi. 
Tiba2 saya dipukul oleh NASUTION dan temannya yg berkulit gelap ikut memukuli saya. Tidak cukup 2 orang memukuli saya, masih ditambah lagi ada seorang petugas sudah tua langsung datang dari jauh dan ikut memukuli saya.  
Total ada 3 orang memukuli saya saat itu. Beruntung saya masih memakai helm.
Kejadian tersebut berlangsung di depan komandannya dan dia hanya melihat saja sampai saya sudah terpojok baru dia memisahkan. 
Setelah pemukulan tersebut, jelas saya tidak terima dgn kejadian ini. Saya langsung mengambil handphone untuk memfoto para pelaku pemukulan tersebut. Saat difoto mereka menutupi badge nama mereka (lihat foto). Mereka selalu mengelak saat difoto. Dan dua pelaku yang tua dan yang berkulit gelap tiba2 menghilang. hanya tersisa pelaku NASUTION. 
Saya tanya ke komandannya nama2 mereka dan dia hanya menjawab “GAK TAU”. Kembali saya tegaskan ke komandannya untuk memberitahukan nama2 anak buahnya dan jawabannya tetap sama “GAK TAU”. Kemudian saya bilang ke komandannya untuk memperkarakan kasus pemukulan ini. Kemudian komandan tersebut mengajak saya ke warung untuk minum kopi dan saya tolak. Saya tetap memperkarakan pemukulan ini. Komandannya hanya blg “iya iya”. Saya tanya dari kepolisian mana dan dia menjawab “TANGERANG”. 
Info tambahan
Surat perintah tugas tertulis di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 80 Tahun 2012, bagian kelima, pemeriksaan, pasal 15. 
Tanda pemeriksaan kendaraan bermotor tertulis di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 80 Tahun 2012, bagian kelima, pemeriksaan, pasal 22.

Nah, itulah kronologi yang disampaikan bro Wisnuhandy Widyoastono dalam akun facebook dengan nama akun yang sama.

Semoga bapak Kapolri cukup concern untuk memperhatikan hal-hal begini yang dilakukan anak buahnya di lapangan. Kalau selama ini mereka bertekad akan berubah lebih baik, mulailah dengan membenahi anggota-anggota polisi yang terlibat langsung dengan masyarakat di lapangan. Jangan sampai model seperti tiga oknum di atas makin banyak di lembaga itu. Rekruitment menjadi kunci POLISI LEBIH BAIK!

Wednesday, March 23, 2016

Sopir Taxi ancam mogok nasional bila Grab dan Uber tidak ditutup

Hallooo.....sobat bikers, aksi rusuh supir taxi hari ini masih menyisakan polemik salah satunya Persatuan Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) memberi ancaman. Mereka akan melakukan mogok nasional karena Uber dan GrabCar tidak ditutup.
Dalam jumpa pers di Kominfo pada hari Selasa tanggal 22 maret 2016. Humas PPAD Suharto menyampaikan ancamannya.
"Hasilnya tidak bisa ditutup Uber dan Grab, padahal anggota kami banyak yang tersiksa di lapangan. Kami akan melakukan aksi nasional, di Lombok besok akan melakukan aksi yang sama untuk tutup Grab dan Uber," jelas Suharto.

"Kami merapatkan barisan. Memkominfo tidak memayungi masyarakat nya".
Kemudian Suharto memberi penjelasan, bahwa Uber dan Grab ada koperasi. Jadi, diberi alasan yang bisa menutup hanya gubernur atau Menhub.

Masih kata Suharto "Ini aneh ada perusahaan ilegal tapi nggak bisa nutup. Kami minta konsolidasi dari perusahaan-perusahaan taksi agar tidak bergerak lagi pada hari nanti, kami masih konsolidasikan kapan aksi besarnya"

Sedangkan untuk mengantisipasi aksi balas dendam pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya mengantisipasi dengan melakukan sweeping lanjutan sebagai buntut kericuhan dalam aksi demo sopir taksi siang tadi. Polisi akan mengumpulkan kedua pihak untuk mengantisipasinya.
Kapolda juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 83 orang dari sopir dan driver Go-Jek yang diduga melakukan tindakan anarkistis. "Kan kita bicara unjuk rasa bukan anarkis, kalau bicara anarkis melanggar hukum maka kita tegakkan hukum itu dengan tegas, proses penyelidikan jalan. Makanya 83 kita amankan itu proses sesuai hukum.
Well.....kita harap mendapatkan win-win solution atas kerusuhan ini, semoga semua bisa kembali bersinergi tanpa ada kerusuhan lagi seperti hari ini. Sekedar bacaan ringan sobat bikers, semoga bermanfaat.

Friday, March 11, 2016

Nenek ini masih bekerja sebagai penambal ban

image



Selamat hari jumat kawan semua, tetap semangat walaupun dipenghujung minggu. Sama hal nya dengan sang nenek yang satu ini. Meski usianya telah senja namun semangatnya untuk mencari rejeki yang halal demi sesuap nasi patut diacungi jempol. Umumnya pekerjaan ini digeluti oleh para pria, namun tidak dengan mbah Darmi begitu orang-orang mengenal si mbah yang satu ini.

Sunday, March 6, 2016

Ngeriii... Kalah Main COC, Pemuda Ini Coba Bunuh Diri

image



Game online dewasa ini sudah semakin memasuki taraf memprihatinkan bagi anak-anak usia sekolah. Tidak jarang mereka memilih bolos atau kalaupun masuk selama di kelas hanya fokus ke gadget-nya demi update game-nya dibanding mendengarkan penjelasan guru. Bahkan, dalam tahap kronis game online bisa membuat si anak melakukan tindakan ekstreme seperti mencuri atau bahkan bunuh diri.

Wednesday, February 17, 2016

Wuihh... Beredar Foto Syur PNS Blitar Gara-Gara HP Digadaikan!

Foto-Syur-370x205

Entah apa yang dipikirkan oleh DNS, seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar saat menggadaikan HP nya. Pasalnya, gara-gara HP yang digadaikan tersebut foto-foto syur dirinya yang nyaris bugil tersebar tak terkendali di dunia maya.

Foto-foto PNS tersebut itu lantas diunggah di jejaring sosial Facebook pada 12 Februari 2016 lalu dan menyebar secara viral. Sedangkan DNS sendiri mengakui bahwa foto-foto itu adalah dirinya namun membantah jika dirinyalah yang menyebarkannya. Ia menyebut bahwa ada orang yang tidak bertanggung jawab yang telah mengunggahnya ke sosial media facebook dengan nama akun sama dengan namanya.

Bahkan, sebelum foto itu beredar dirinya mengaku sempat mendapat ancaman pemerasan sebesar 1 juta Rupiah agar foto-fotonya tidak disebar.

“Awalnya, handphone saya tak gadaikan di sebuah koperasi simpan pinjam (KSP) di salah-satu Kota Blitar. Namun saat akan ditebus, ternyata handphone miliknya sudah dilelang oleh KSP tersebut. Padahal, memory card yang berisi foto-foto pribadi saya ada disitu,” ujar RDS seperti dikutip dari harianjogja.

Foto-Telanjang-Rissa-Devansa-Septi-PNS-Blitar

Oalaahh... HP sudah menjadi barang sangat pribadi. Jadi, jika suatu saat HP kita harus diservis atau digadaikan sementara, sebaiknya amankan data dulu dengan mengambil memori card atau memindahkan semuanya ke media storage lainnya. Jika tidak, siap-siap saja menanggung malu jika di HP kita ada rahasia pribadi yang seharusnya hanya kita sendiri yang tahu.

#Cek HP dulu ah... :D

Tuesday, February 16, 2016

KPI Larang Segala Bentuk Kampanye LGBT Di Layar Kaca Dan Radio, TapiKompas TV Lolos Tuh...

image



Ramai isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhirnya disikapi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI secara resmi melarang kampanye dalam bentuk apapun tentang LGBT di seluruh stasiun televisi tanah air. Tayangan LGBT dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI tahun 2012.



Larangan tersebut dijelaskan oleh Wakil Ketua KPI, Idy Muzayyad dalam acara diskusi terbatas tentang penyimpangan orientasi seksual di kantor KPI Pusat dengan pembicara Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad, Komisioner KPI Pusat Agatha Lily, dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am sebagai bentuk perlindungan terhadap anak dan remaja dari perilaku menyimpang LGBT. Sehingga baik radio maupun televisi dilarang keras menyiarkan kampanye LGBT.

[display-posts tag="lgbt" posts_per_page="4"]

Pelarangan ini juga untuk menghindari ekses di kemudian hari yang seolah-olah menjadikan perilaku LGBT adalah sesuatu yang biasa dan wajar.

“Aturan dalam P3 & SPS itu sudah jelas, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan, ataupun tentang perlindungan anak dan remaja yang melarang adanya muatan yang mendorong anak dan remaja belajar tentang perilaku tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku tersebut,” katanya.

Sikap KPI ini, kata dia, sejalan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah yang menolak promosi dan legalisasi terhadap LGBT.

[caption id="" align="alignnone" width="600" caption="Si Homo didandani jadi ustadz oleh Kompas TV"]image[/caption]



Sip, semoga larangan ini tidak hanya gertak sambal di depan saja. Sebab, ketika larangan sudah dibuat, ternyata beberapa hari lalu Kompas TV sudah mulai menyisipkan soal LGBT di salah satu program acaranya yang dipandu Rosiana Silalahi. Saat itu Kompas TV mengundang salah satu pembicara yang didandani sebagai ustad padahal diketahui ternyata orang itu adalah aktivis LGBT (homo bernama Hartoyo) yang sangat getol mendukung upaya pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang dikenal frontal dengan LGBT. Ayo KPI jangan hanya jadi macan yang ompong, generasi muda bangsa bergantung pada keberanian kalian menindak tv-tv dan radio nakal di tanah air.

Sunday, February 14, 2016

Waspada... Ini 7 Perusahaan Raksasa Yang Mendukung LGBT

image



Isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) makin santer khususnya setelah MA Amerika mengumumkan keputusan melegalkan pernikahan sejenis di AS. Keputusan MA tersebut ternyata disambut gembira oleh 7 perusahaan besar di sana. Pelaku LGBT semakin pede menampakkan diri seiring dukungan komunitas internasional terhadap berkembangnya LGBT di dunia





Tujuh perusahaan atau brand besar asal Amerika Serikat secara terbuka mengeluarkan statement yang mendukung LGBT dengan dalih kesetaraan manusia. Walaupun bukan sesuatu hal yang baru, Huffingtonpost pernah melansir beberapa perusahaan yang memberikan dukungan besar terhadap gerakan LGBT, khususnya di Amerika.

[display-posts tag="lgbt" posts_per_page="4"]

Berikut 7 perusahaan raksasa asal Negeri Paman Sam yang mendukung LGBT:

1. Apple
Setelah Mahkamah Agung AS melegalkan pernikahan sesama jenis, Apple menjadi salah satu perusahaan yang mendukung LGBT. Juru bicara Apple, Steve Dowling mengatakan bahwa perusahannya mendukung keputusan MA AS dengan isu kesetaraan pernikahan. Bahkan, Apple membuat emoji khusus untuk LGBT dan mendonasikan 100 ribu US Dollar untuk kampanye melawan penentang LGBT.

2. Starbucks
Melalui CEO-nya, Howard Schultz, Starbucks menegaskan berusaha berpikiran terbuka, inklusif, dan berpikiran maju mendukung komunitas LGBT dan kesetaraan pernikahan sesama jenis, menyikapi dukungan MA Amerika yang akhirnya melegalkan pernikahan sesama jenis. Bahkan yang terbaru Starbucks membuat pernyataan kontroversial "jika anda menolak LGBT, silahkan ngopi di tempat lain".

3. Instagram
Salah satu bentuk dukungan sosial media yang mengkhususkan foto-foto itu adalah dengan ikut mendokumentasikan ribuan orang yang berkumpul di depan Mahkamah Agung--beberapa bahkan berkemah sepanjang malam usai MA Amerika melegalkan pernikahan sejenis.

4. Google
Setelah MA Amerika melegalkan pernikahan sejenis, Google kemudian menyediakan kotak pencarian khusus berwarna pelangi sebagai bentuk dukungan terhadap LGBT. Google sepenuhnya mendukung hak yang sama bagi manusia, demikian ujar juru bicara Google kala itu.

5. Facebook
Sosial media terbesar di dunia ini memberikan dukungan atas keputusan MA Amerika yang melegalkan pernikahan sejenis. Bahkan sehari setelah legalisasi pernikahan sesama jenis disahkan di AS, Facebook meluncurkan emoticon pelangi untuk menunjukkan kebanggaan bagi pengguna Facebook yang LGBT.

6. Microsoft
Microsoft ikut mendukung keputusan MA Amerika yang akhirnya melegalkan pernikahan sesama jenis. Di perusahaan Microsoft sendiri memiliki perkumpulan karyawan yang tergabung dalam GLEAM (Gay dan Lesbian Karyawan Microsoft), yang telah diakui perusahaan sejak 1993.

7. Nike
NIKE, Inc., mendukung dan menandatangani koalisi bisnis singkat amicus, menentang Defense of Marriage Act karena kita adalah perusahaan yang berkomitmen untuk keragaman dan inklusi, dan kami percaya semua karyawan harus diperlakukan sama. Dalam pernyataan resmi perusahaannya.

[display-posts tag="info-dunia" posts_per_page="4"]

Nah, kita jadi tahu perusahaan besar apa saja yang telah memberikan dukungan terhadap LGBT. Susah memang untuk memboikot perusahaan tersebut namun setidaknya kita jadi tahu. Bahkan selain 7 perusahaan itu masih ada sekitar 20 brand yang ikut mendukung LGBT yakni e-Bay, MasterCard, produsen pakaian bermerek GAP, Banana Republic, Levi Strauss & Co., Perusahaan makanan Ben & Jerry's, Jet Blue, AT&T, Johnson & Johnson, Ernst & Young, Mondelez International (Produsen Oreo), Marc Jacobs, UBS, Citi, Orbitz, Cisco, Goldman Sachs, Marriott International, Moody's, dan Expedia.

Sumber: Republika

Saturday, February 13, 2016

LGBT: Sebuah Gerakan Penularan. Pedulilah...

[caption id="" align="alignnone" width="600" caption="Pic. Facebook"]image[/caption]



Mendapatkan sebuah broadcast di grup whatsapp soal Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dan rasanya terlalu sayang jika dibiarkan mengendap di layar hp saya saja. Mumpung ada media blog, Saya share saja di blog ini. Isi materinya tidak saya utak-atik, hanya kaidah ejaan bahasa Indonesia yang coba disempurnakan agar lebih nyaman saja dibaca. Kenapa harus dishare? Sebab Saya memang miris dengan fenomena LGBT ini yang makin hari makin mengkuatirkan penyebarannya. Sesuatu yang sejak jaman Nabi Luth a.s. ini ada dan telah mendapat siksa yang sangat pedih, sekarang kembali muncul dengan upaya melegalkan sesuatu yang secara humanis dan keagamaan sangat ilegal. Monggo dibaca baik-baik. Andaikan berkenan silahkan juga dishare.

Mungkin ada yang heran bertanya, kenapa saya begitu keras terhadap perilaku Lesbianism, gay, bisexual and transexualism (LGBT). Saya seakan penuh murka dan tak memberikan sedikitpun ruang toleransi bagi pengidapnya.

Mungkin saya perlu klarifikasi bahwa saya tidak sedang bicara tentang pelaku, orang dan oknum. Terhadap oknum, orang dan pelaku LGBT, kita harus tetap mengutamakan kasih-sayang, berempati, merangkul dan meluruskan mereka. Dan saya juga tidak sedang bicara tentang sebuah perilaku personal dan partikular. Saya juga tak sedang bicara tentang sebuah gaya hidup menyimpang yang menjangkiti sekelompok orang. Karena saya sedang bicara tentang sebuah GERAKAN!!!

Ya, saya sedang bicara tentang sebuah GERAKAN : ORGANIZED CRIME yang secara sistematis dan massif sedang menularkan sebuah penyakit!!! Sekali lagi, bagi saya ini bukan semata perilaku partikular, sebuah kerumun, bahkan bukan lagi semata-mata sebuah gaya hidup, tapi sebuah harakah: MOVEMENT!!! Terlalu paranoidkah kesimpulan ini???

Saya telah mengumpulkan begitu banyak kesaksian di kampus-kampus tentang mahasiswa-mahasiswa normal kita yang dipenetrasi secara massif agar terlibat dalam LGBT dan tak bisa keluar lagi darinya. Perilaku mereka sangat persis seperti sebuah sekte, kultus atau gerakan-gerakan eksklusif lainnya: fanatik, eksklusif, penetratif dan indoktrinatif. Ya, ini telah berkembang menjadi sebuah sekte seksual.

Kenapa mereka perlu menjadi sebuah gerakan?
Karena target mereka tak main-main: mendorong pranata hukum agar eksistensi mereka sah secara legal. Dan untuk itu mereka membutuhkan beberapa prasyarat:

Pertama, jumlah mereka harus signifikan secara statistik, sehingga layak untuk mengubah asumsi, taksonomi dan kategorisasi

Kedua, keberadaan mereka telah memenuhi persyaratan populatif, sehingga layak disebut sebagai sebuah komunitas

Ketiga, perilaku mereka telah diterima secara normatif menurut persyaratan kesehatan mental dari WHO. Untuk memenuhi ketiga hal ini, maka organisasi ini harus mampu menularkan penyimpangannya secara eksponensial kepada lingkungannya. Mereka telah mempelajari hal itu dari keberhasilan “perjuangan” saudara-saudara mereka di Amerika Serikat. Mereka sadar, pertumbuhan jumlah mereka hanya bisa dilakukan lewat penularan, mengingat mereka tak mungkin tumbuh lewat keturunan. Mereka sadar, tanpa penularan mereka akan punah !!!

Kenapa harus menyasar mahasiswa?
Sebenarnya yang ingin mereka sasar ada dua : Pertama, mahasiswa; dan yang kedua, institusi akademik. Mereka menyasar mahasiswa, karena mahasiswa adalah generasi galau identitas dengan kebebasan tinggi dan tinggal di banyak tempat kost. Sedangkan institusi akademik perguruan tinggi mereka butuhkan untuk menguatkan legitimasi ilmiah atas “kenormalan” mereka. Mereka bergerilya secara efektif, dengan dukungan payung HAM dan institusi internasional.

Bacaan dan renungan dari Tere lie:

Per 1 Januari 2015, tercatat ada 17 negara yang undang-undangnya telah melegalkan perkawinan sesama jenis. Dan akan menyusul belasan negara lain. Trend dukungan atas perkawinan sesama jenis terus bertambah.

Silahkan tanya ke politisi negeri ini, apakah mereka akan melegalkan perkawinan sesama jenis di Indonesia? Sekarang sih saya yakin jawabannya: TIDAK. Tapi 20-30 tahun lagi, tergantung situasinya. Jika itu membuat mereka terpilih, akan banyak politisi yang bersedia menyetujuinya. Saya tidak berlebihan. Itu rasional sekali. Silahkan cek di negara-negara lain. Tahun 1950, tidak ada satupun negara yang melegalkan perkawinan ini, tapi dunia berubah sangat cepat, kelompok pendukung kebebasan semakin besar, kelompok yang tidak peduli, i dont care semakin banyak, sistem demokrasi mempercepat legalisasi perkawinan sesama jenis. Sah. Atas nama kebebasan.

Semua agama melarang perkawinan sesama jenis. Tapi demokrasi tidak mengenal kitab suci. Kalian tahu, bahkan homo kelas berat, masih santai pergi ke gereja, ke tempat-tempat ibadah. Mereka hanya mengenal suara terbanyak. Saya kasih contoh, Brazil, Mei 2011 mereka melegalkan perkawinan sesama jenis. Apakah orang Brazil tidak beragama? 90% penduduk mereka beragama, lantas apakah tidak ada di sana yang keberatan dengan legalisasi ini? Jawabannya sederhana: mayoritas tutup mata. I dont care. Urus saja masing-masing. Saya tidak mau recok. kamu jangan rese. Yang sesama cowok mau ciuman di tempat umum pun, bodo amat. Toh, mereka tidak mengganggu saya.

Dulu, Brazil itu sangat religius. Lantas kenapa sekarang jadi berubah sekali? Bagaimana mungkin politisi mereka meloloskan UU itu? Apakah rakyatnya tidak keberatan. Itulah kemenangan besar paham kebebasan. Mereka masuk lewat tontonan, bacaan, menumpang lewat kehidupan glamor para pesohor. Masyarakat dibiasakan melihat sesuatu yang sebenarnya mengikis kehadiran agama. Awalnya jengah, lama-lama terbiasa, untuk kemudian apa salahnya? Di sisi lain, eksistensi agama dipertanyakan. Tuh lihat, toh yang beragama juga bejat, tuh lihat, mereka juga menjijikkan. Fobia agama dibentuk secara sistematis, dimulai dari pemeluknya sendiri, untuk kemudian, orang-orang dalam posisi gamang, mulai mengangguk, benar juga. Orang-orang jadi malas mendengarkan nasehat agama, buat apa? Urusa sajalah urusan masing-masing.

Rumus ini berlaku sama di seluruh dunia. Apapun agamanya. Bahkan termasuk dalam kasus, tidak ada agama di suatu tempat, hanya ada nilai-nilai luhur--yang pasti juga akan melarang pernikahan sesama jenis. Fasenya sama persis. Strateginya juga sama. Dekatkan mereka dengan materialisme dunia, jauhkan mereka dari nilai-nilai luhur. Gunakan teknologi untuk mempercepat prosesnya. Internet misalnya, itu efektif sekali menyebarkan berita, propaganda, dsbgnya.

Apakah Indonesia juga akan begitu?
Silahkan tunggu 20-30 tahun lagi. Jika tidak ada yang membangun benteng-benteng pemahaman bagi generasi berikutnya, tidak ada yang membangun pertahanan tangguh, malah sibuk saling sikut berkuasa, sibuk berebut urusan dunia, sibuk dengan urusan duniawinya, 20-30 tahun lagi, kita akan menyaksikan pasangan cowok bermesraan di tempat-tempat umum. Tetangga sebelah rumah kita adalah pasangan sesama jenis, dan mereka dilindungi oleh UU, karena sudah dilegalkan. Ketika masa itu tiba, kalian bisa kembali mengeduk catatan ini.

Pedulilah, hidup ini bukan cuma urusan pribadi masing-masing. Hidup ini tentang saling menjaga, saling menasehati, saling meluruskan. Pedulilah, Kawan, ikut menyebarkan pemahaman baik, lindungi keluarga, teman, remaja, dan semua orang yang bisa kita beritahu agar menjauhi prilaku melanggar aturan agama, nilai-nilai kesusilaan.

Sumber: group Fisip UI




Analogi sederhananya, segalak-galaknya anjing jantan jika ia mau kawin, maka anjing betinalah yang akan dihampiri, bukan jantan yag lain. Ini anjing yang secara harfiah posisinya tidak sesempurna manusia. Lha, kenapa manusia yang diberi kesempurnaan akal, pikiran dan logika justru berperilaku jauh lebih buruk dari seekor anjing!

Thursday, December 17, 2015

Gara-Gara Beda Dukungan Pilkades, Makam Saudara Harus Dibongkar!

Indonesia masih belajar berdemokrasi. Belajar bagaimana berbeda pendapat namun dengan kepala dingin dan hati yang besar. Sejak tahun 1998 ketika reformasi terjadi, kebebasan menjadi harga mutlak. Semua bebas berpendapat. Namun, ternyata tidak semua berhasil mengaplikasikan kebebasan berpendapat dan menerima perbedaan. Kejadian di Pamekasan bisa menjadi contoh.

image



Di Dusun Barat Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terdapat kejadian miris yang bikin siapapun yang membaca mengernyitkan dahi. Yap, ada 3 makam di daerah itu yang harus dipindahkan gara-gara ahli warisnya berbeda pilihan dalam pilkades.

Semua berawal dari dua orang bersaudara bernama Sanji dan Sutriyah. Keduanya berbeda dalam hal dukungan terhadap calon kepala desa yang tengah dilakukan pemilihan serentak. Bahkan, hingga pilkades usai mereka berdua kerap adu mulut. Puncaknya adalah Sanji melarang Sutriyah untuk melewati halaman rumahnya. Padahal mereka berdua tinggal bersebelahan. Alhasil, Sutriyah melakukan pembalasan dengan menyuruh makam keluarga Sanji, yang masih sepupu Sutriyah, untuk dipindah dari tanahnya.

Tiga makam yang dibongkar adalah makam Alm. Asmarah, Alm. Siri dan Alm. Nur yang merupakan keluarga Sanji (60) yang menempati tanah milik sepupunya sendiri, Sutriyah (50).

Dan kejadian di atas hanya di Indonesia deh kayaknya :D